
Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan, anak-anak, serta kelompok masyarakat rentan lain menjadi perhatian serius berbagai pihak. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di daerah perkotaan besar, tetapi juga di tingkat daerah, termasuk Kabupaten Pacitan. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Pacitan untuk mengambil langkah aktif dalam memberikan edukasi dan penguatan kapasitas kepada masyarakat agar berani melaporkan, menyuarakan haknya, serta mencegah tindakan kekerasan sejak dini.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Pacitan bekerja sama dengan Kepolisian Resor (Polres) Pacitan menggelar Seminar bertajuk “Rise and Speak” pada Kamis (20/11). Seminar ini ditujukan kepada perempuan, ibu rumah tangga, pelajar, serta kelompok masyarakat rentan lainnya. Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian aksi preventif untuk menekan angka kekerasan berbasis gender, kekerasan terhadap anak, serta diskriminasi dan pelecehan terhadap kelompok rentan.
Seminar ini bertujuan membangkitkan keberanian peserta agar mampu bersuara, menyampaikan keluhan, dan mencari bantuan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang merugikan secara fisik maupun psikis. Sasaran kegiatan ini mencakup kelompok yang berisiko tinggi menerima perlakuan kekerasan baik dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, dalam sambutannya saat membuka acara, menyampaikan bahwa tema Rise and Speak memiliki makna mendalam. Ia menjelaskan bahwa keberanian berbicara tidak hanya berkaitan dengan upaya pemberantasan korupsi, tetapi juga mencakup perjuangan hak-hak sosial, termasuk keadilan, kesetaraan gender, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.
“Tema Rise and Speak ini mengajak kita untuk bangkit dan bersuara. Bukan hanya dalam konteks pemberantasan korupsi, tetapi juga dalam menyuarakan isu-isu keadilan, kesetaraan, dan keberanian memperjuangkan hak-hak yang seharusnya dilindungi,” tegasnya saat membacakan sambutan Bupati Pacitan.
Lebih lanjut, Wabup Gagarin menyoroti pentingnya peran perempuan dalam membangun ketahanan keluarga dan masyarakat. Ia menyatakan bahwa perempuan merupakan pilar utama dalam pendidikan karakter dan pembentukan lingkungan yang sehat bagi anak-anak.
“Perempuan memiliki peran besar dalam membangun ketahanan keluarga dan masyarakat. Oleh sebab itu, rise and speak juga berarti bangkit dan bersuara terhadap setiap persoalan yang menyangkut hak-hak perempuan dan anak,” ujarnya.
Sementara itu, Inspektur Kabupaten Pacitan, Mahmud, selaku penyelenggara, menambahkan bahwa salah satu hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor bila mengalami kekerasan atau perlakuan tidak manusiawi.
“Output kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berani mengadu atau bersuara kepada aparat penegak hukum apabila mendapatkan perlakuan negatif, baik secara fisik, psikis maupun spiritual,” ungkapnya.
Kegiatan seminar ini dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan bersama jajaran, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Untuk memperkuat materi, panitia menghadirkan dua narasumber berkompeten dari Polres Pacitan serta akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia juga menyerahkan penghargaan kepada tiga pemenang lomba video Rise and Speak. Lomba ini merupakan sarana edukasi kreatif bagi masyarakat untuk menyuarakan pesan perlindungan perempuan dan anak melalui media digital.
Dengan terlaksananya seminar ini, Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap muncul perubahan pola pikir masyarakat bahwa tindakan kekerasan bukan sesuatu yang harus ditutup rapat atau dianggap wajar. Sebaliknya, masyarakat didorong berani menyuarakan kebenaran dan melindungi hak-haknya demi terciptanya lingkungan yang aman, adil, dan inklusif.
