PACITAN – Menyongsong pergantian tahun 2025–2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan menggelar istighosah dan doa bersama yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pacitan. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan, keberkahan, serta kelancaran pembangunan daerah di tahun yang akan datang.

Istighosah dan doa bersama dihadiri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, pimpinan perangkat daerah, serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Kegiatan diawali dengan pembacaan mahalul qiyam sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya, istighosah dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pacitan, K.H. Abdullah Sajad. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa sepanjang rangkaian acara, dengan seluruh jamaah larut dalam lantunan doa dan dzikir.

Melalui istighosah ini, seluruh peserta memanjatkan doa agar Kabupaten Pacitan senantiasa diberikan perlindungan, kedamaian, dan dijauhkan dari segala bentuk musibah. Doa juga dipanjatkan agar seluruh program pembangunan yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar serta membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Pacitan.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa istighosah dan doa bersama merupakan bentuk ikhtiar batiniah yang penting untuk mengiringi upaya lahiriah pemerintah dalam membangun daerah. Menurutnya, kebersamaan dalam doa mencerminkan semangat persatuan dan kekompakan seluruh elemen pemerintahan dalam mengabdi kepada masyarakat.

Pergantian tahun menjadi momen refleksi atas berbagai capaian dan tantangan yang telah dilalui sepanjang tahun 2025. Melalui kegiatan doa bersama ini, diharapkan seluruh jajaran Pemkab Pacitan dapat melakukan evaluasi diri, memperkuat komitmen, serta meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pada tahun 2026.

Selain itu, doa bersama juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara pimpinan daerah, Forkopimda, dan ASN. Kebersamaan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan pemerintahan yang harmonis, efektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Acara istighosah ditutup dengan doa akhir tahun dan doa awal tahun sebagai simbol penyerahan diri kepada Allah SWT dalam menyongsong tahun baru 2026. Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah daerah senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, serta keberkahan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab demi terwujudnya Pacitan yang semakin maju, aman, dan sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *